4.JPG

Polrestabes Semarang berhasil mengungkap motif kasus pembunuhan ibu muda di Ngaliyan Kota Semarang, Jawa Tengah. Pembunuhan itu diotaki oleh mantan pembantu rumah tangga (PRT) korban yang sakit hati karena dilarang berpacaran dengan teman lelakinya.

Motifnya adalah dendam atau sakit hati. Tersangka wanita ini semula sempat bekerja di rumah korban sebagai pembantu rumah tangga selama kurang lebih dua bulan.

Tersangka Ri yang mendapat tantangan dari wanita pujaannya itu pun menyanggupi. Mereka lantas merencanakan tindak kejahatan dengan membawa pisau dan mendatangi rumah korban.

Pada Kamis 1 Maret pagi, mereka berboncengan sepeda motor mulai mengawasi tempat tinggal korban di Perumahan Permata Puri Bukit Delima B 9 Nomor 17 RT 3/8 Kelurahan Bringin Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.

Korban yang tak menyadari nyawanya terancam, tanpa curiga berjalan menuju kulkas untuk mengambil minum bagi kedua tamunya itu. Tak disangka, tersangka Ri langsung membekap mulutnya dan menusukkan pisau ke perut korban. Seketika korban jatuh tersungkur dan berteriak minta tolong.

Setelah korban tak bernyawa, pelaku menyeret jenazah ibu tiga anak itu ke kamar. Setelah itu, pelaku mendatangi anak korban yang sedang menangis di kamar berbeda.

Bocah berusia tujuh tahun itu menangis histeris hingga membuat pelaku beringas karena khawatir tindak kejahatannya diketahui warga.

Pada saat bersamaan, dua orang tetangga Ibu Meta datang karena mendengar teriakan korban. Saat bertemu tersangka Ri, tersangka melepaskan sekapan pada anak itu, kemudian mengatakan bahwa anak korban adalah momongannya,” jelas Abi.

Advertisements