8.JPG

Seorang lelaki ditemukan tewas di areal persawahan Dusun Kedungwetan, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (29/1/2018). Korban bernama Miftakhul Huda (33) diduga merupakan korban pembunuhan karena di tubuhnya ditemukan sejumlah luka bacok.

Jenazah Miftakhul Huda ditemukan warga sekitar pukul 06.00 WIB, dalam posisi terlentang di tengah parit. Korban merupakan warga Dusun Sawahan, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Saat ditemukan korban mengenakan jaket warna oranye dan celana pendek warna biru. Ditemukan beberapa luka bacok di bagian kepala dan tangannya.

Awalnya, warga kesulitan mengenali korban karena tidak ditemukan kartu identitas. Kemudian jenazah dikirim ke RSUD dr Soekandar Mojosari untuk dilakukan autopsi. Polisi juga sempat kesulitan melakukan identifikasi korban lantaran tak ada kartu identitas korban di lokasi kejadian.

Kasat Reskrim menduga, Miftakhul Huda merupakan korban pembunuhan karena di tubuhnya banyaknya luka bacok, seperti di kepala dan tangan. ”Itu (luka) jelas karena senjata tajam. Bisa juga dibunuh dengan menggunakan golok,” jelasnya.

Setelah mengetahui identitas korban, kepolisian langsung meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui modus pembunuhan tersebut. Pihaknya juga telah menyebar petugas untuk menggali informasi dan menemukan pelaku.

Sementara salah satu saudara kandung korban, Sri Utami mengaku korban tak pernah menceritakan ada masalah yang serius. Selama bertahun-tahun ini, korban tinggal di Mojokerto. ”Nge-kost berpindah-pindah. Kadang pulang ke Bojonegoro menjenguk anaknya. Dia sudah bercerai dengan istrinya,” ujar Sri Utami saat melihat jenazah adiknya di RSUD dr Soekandar, Mojosari.

Malam sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat kontak telepon dengan salah satu keponakannya. Namun, kata Sri Utami, korban tak menyampaikan ada masalah yang tengah dihadapi korban. ”Waktu liburan sekolah lalu, dia sempat menjenguk anaknya. Saya berharap polisi bisa menemukan pembunuhnya. Kami sendiri tidak tahu kenapa adik saya bisa jadi korban seperti ini,” kata Sri Utami.

Advertisements