Capture.JPG

Seorang penyiar radio Prancis memicu kemarahan publik setelah menyebut wanita korban pemerkosaan menikmati serangan tersebut. Penyiar yang merupakan mantan aktris porno itu akhirnya meminta maaf.

Brigitte Lahaie, penyiar radio berusia 62 tahun ini membuat komentar kontroversial sambil mengkritik kampanye publik melawan pelecehan dan serangan seksual bertajuak “#MeToo”.

Komentar muncul dalam sebuah diskusi dengan aktivis feminis Caroline De Haas Rabu lalu. Dia mengatakan, beberapa korban pemerkosaan bisa benar-benar menikmati prosesnya.

Setelah mendapat banyak kritik, Lahaie meminta maaf atas kata-katanya saat melakukan talk show pada Jumat malam.

Namun, dia tetap berpegang pada pandangannya bahwa wanita dapat memperoleh kenikmatan saat diperkosa, dan bahkan mengalami orgasme.

Lahaie adalah satu dari 100 wanita yang menandatangani sebuah surat terbuka yang diterbitkan oleh Le Monde pada hari Senin. Dalam surat tersebut, para aktivis, termasuk aktris Prancis Catherine Deneuve dan tokoh-tokoh terkemuka lainnya, menentang gelombang ”kebencian terhadap laki-laki” di tengah kampanye #MeToo untuk melawan pelecehan dan serangan seksual.

Advertisements