54848.JPG

Warga pegunungan di Dukuh Petungkon, Desa Tembelang Gunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, digegerkan pembunuhan, Seorang warga setempat, Sugeng alias Mbah Jaya (55) dibantai secara keji oleh tetangganya sendiri bernama Eko Budiono (25).

Pelaku datang ke rumah korban dan langsung menebas kakek yang dikenal sebagai “orang pintar“ dan ramah dengan tetangganya ini, dengan parang. Setelah itu, dia kabur ke hutan. Pelaku nekat membunuh korban karena diduga telah mengguna-gunai atau menyantet ayahnya sehingga sakit hingga sekarang.

Istri korban, Kunifah (44) menerangkan, sebelum aksi sadis itu terjadi, dia dan suaminya tengah duduk di ruang tamu sambil minum kopi. Keduanya sedang menunggu tamu. Tiba-tiba, pelaku bernama Eko Budiono mendobrak pintu rumahnya dan langsung menyerang suaminya dengan parang. Kunifah yang berusaha melerai justru terkena luka bacok di punggungnya. Setelah itu, pelaku, Eko lari ke dalam hutan.

“Saya berusaha melerai, justru ditebas dan terkena bagian punggung. Untung tidak parah. Saya hanya bisa berteriak minta tolong saat suami saya dibantai. Sementara warga tak berani melerai karena pelaku membawa senjata tajam juga keris,“ paparnya.

Dia mengaku tidak tahu penyebab pelaku tiba-tiba masuk dan membacok suaminya. Sebelumnya juga tidak ada pertengkaran antara suaminya dengan Eko ataupun dengan orang tua Eko Budiono.

Kapolsek Lebakbarang, AKP Slamet Mardiyanto mengatakan, pihaknya menerima laporan ada penganiayaan. Sampai di lokasi tempat kejadian perkara (TKP), ternyata korban sudah meninggal. Korban segera dievakuasi ke puskesmas dan lokasi kejadian disetrilkan untuk kepentingan penyidikan. “Kami mendapat laporan ada orang berteriak minta tolong karena ada penganiayaan. Kami segera ke TKP, namun kondisi korban sudah meninggal karena luka parah di kepala, tangan, juga sekujur tubuh,” kata Kapolsek.

Kepala Desa Tembelang Gunung, Slamet, menyebutkan, berdasarkan keterangan sementara warga sekitar, orang tua pelaku sudah lama menderita sakit yang tak kunjung sembuh. Pelaku mendapat informasi, orang tuanya sakit akibat ulah korban yang dianggap sebagai orang pintar ahli guna-guna atau dukun santet. “Namun, kami sangat yakin informasi mengenai korban sebagai dukun santet hanya fitnah tak berdasar karena selama ini saya kenal baik dengan korban,“ ujar Slamet.

Suasana kampung sangat mencekam. Seluruh warga turut mencari pelaku. Bahkan keluarga pelaku yang juga masih tetangganya sendiri, dievakusi ke luar desa, untuk menghindari amuk massa.

Advertisements